Powered By Blogger

Senin, 20 Februari 2012

Surat Untuk Cinta : Mencari Makna Kamu





Dear Love, 
Kali ini kemana kamu kepakan sayap-sayap imajinermu?
Senangkah akan kebebasanmu?
Kau beruntung tak terlihat dan tidak dikuasai dia yang bernama Cupid. Hah! kau kan tidak berwujud...

Tak bisa kubayangkan kalau kau berwujud,
Setiap orang mungkin akan memburu, menangkap dan mengeksploitasimu.
Aku tidak bermaksud menakutimu Cinta...
tapi bayangkan kalau kau didapat orang yang tidak mengenalmu,

Bayangkan kalau kau didapat orang yang mau memilikimu tapi tak tahu cara menjagamu,
Bayangkan kalau ilmuwan menginginkan essence dari tubuhmu, kemudian memecahnya dalam formula dan membuat CINTA INSTAN...
CINTA INSTAN?
Dapatkah kau menerima dirimu seperti mie ataupun kopi instan? hahaha...
Namuun bahagialah karena itu semua tak akan terjadi sama sekali.
Aku tahu kau tidak bisa dipanggil maupun dipaksa untuk hadir!
Kecuali untuk anak-anak, karena kau kenal jiwa mereka. :)
Cinta,
Tak ada yang mampu memprediksi kehadiranmu, meski begitu...
Kau tidak hadir pada orang yang terobsesi: yang tidak bisa membedakan antara engkau dan nafsu
Kau tidak hadir pada orang yang tergila-gila atau menghambakan kegilaanya sebagai wujudmu.
Kau tidak hadir pada orang yang kasihan: yang sulit membedakan antara dirimu dan rasa iba.
Kau tidak hadir pada orang yang berkata lupakan yang buruk: yang tidak bisa membedakan dirimu dan hidup tanpa beban.
Kau tidak hadir pada orang yang selalu tersenyum: yang tidak bisa membedakan bahagia karena memilikimu dan kekuatan untuk bertahan hidup.
Kau tidak hadir pada orang yang bermain-main dengankata-kata indah tentangmu: yang tidak bisa membedakan mana syair mana bukti cinta.
Kau tidak hadir pada orang yang berteriak maupun memanggilmu dalam hati: yang berpikir kau memiliki telinga untuk mendengar setiap panggilan.
Kau tidak hadir pada orang yang memaksamu dengan cara klenik: orang yang tidak bisa membedakan mana cinta mana santet.
Kau tidak hadir pada orang yang merasa terluka karena dirimu (galau): orang yang tidak bisa membedakan engkau dengan sakit yang dibuat sendiri.
AAh... mungkin betul kau tidak berwujud apapun.
Tujuanmu hadir juga bukan hanya untuk menyatukan dua jenis manusia.
Aku dan orang lain, kebanyakan kami hanya mencoba untuk menjadikanmu berwujud sesuatu.
Mencoba mengintepretasikan engkau dari berbagai macam teori yang dibuat orang lain yang mengaku ahli atau pakar cinta, atau sekedar hasil perenungan kami tentang engkau.

Maafkan Kami Ya Cinta... :(
Tapi...
Ada yang aku tahu sedikit tentang dirimu,
Bahwa kau hadir pada jiwa-jiwa yang rela berkorban.

Tanpa syarat,
Tanpa embel-embel apapun yang melekat.
Cinta...
Kamu itu
Tak pernah habis,
tak pernah berakhir,
tak pernah berubah jenuh lalu berpaling sesaat,
tak ada satuan ukur untukmu.

Kau,
Hal yang tidak terjangkau logika.
Sebab kau adalah ciptaan Sang Illah untuk menguji ketulusan dalam jiwa kami,
jiwa manusia.
Sejauh mana setiap diri berusaha untuk mencapaimu.
Hmmm... ini yang terakhir dariku cinta,
Semoga kami selalu memiliki ketulusan sehingga kau akan senantiasa hadirbersama kami Cinta.
Maaf ya aku pernah menulis engkau dalam pengandaianku, masih ingatkah cinta pada kalimat ini?



"Seandainya cinta bisa disimpan di freezer, mungkin akan ku letakkan disana selama yang aku ingin sampai aku siap mengambilnya kembali,lalu kuhangatkan dalam microwve dan kumakan.
Seandainya cinta bisa ditransplantasi, aku ingin memberikan cinta yang kumiliki untuk dia kepada orang yang kini mendampinginya, biar bertambah cinta untuknya."


Kalimat-kalimat itu konyol untuk kubaca kembali cinta.


Salam Cintaku untukmu...














Untuk semesta dan isinya yang mengaku mengenal cinta,
Bekasi 190212
Desi

1 komentar: