Pada hari minggu kuturut ayah kekota...
*Ah bukan,ini bukan lagu,ulangi...jari siap rolling…and typing!!
Pada hari minggu kawan saya memberi tema
Dekat pukul sepuluh malam kurang setengah
Tema yg beraroma fantasia
Mengulang tahun eksis didunia
Suatu tahun ternama yg saya harusnya ada.
Belum pernah terpikir sepintas tentang waktu impian
Lebih sering melintas berpuluh tempat tujuan
Desa-desa Swiss, Kota-kota bersejarah, dan lokasi-lokasi pinangan
Tapi ini keharusan giliran untuk mencantumkan tulisan
Saya penuhi tantangan itu kawan.
Hei Mega...!
Inilah dia!
Sebuah judul dari saya,
Anggap saja sebuah tahun-tahun ternama
berbunyi Zaman-zaman Idola
Agama,Politik,Ekonomi,Teknologi dan sosial-budaya.
5 hal yang saya ingin berada disana.
Berbagai sekte dan ajaran agama sekarang ini menjadikan dunia meriah,tapi kurang asik. Walau Sang Maha Adil-lah juri utama yg berhak menilai agama seseorang. agama saya adalah agama yg dibawa oleh seorang nabi yg ummi. Dicintai pengikutnya. Namun besarkah cinta saya bila hny bisa mendengar kisahnya.Ajarannya mmg saya dengar pula dgn banyak versi dan implementasi. Ini dia yg membuat bingung. Seandainya saya ada di tahun2 beliau berdakwah dan menjadi pengikut setianya, mungkin setidaknya bisa mendekati apa yang Rasulullah ajarkan. Terlebih lagi, saya bisa mengenal beliau, dari suara langkah kakinya, aroma tubuhnya, atau setidaknya bayangannya. Jadi saat nanti berbaris di padang mahsyar sebagai manusia yg mengaku pengikutnya, saya dapat berbaris bersama Nabi Muhammad. Tidak perlu kebingungan mencari siapa dan seperti apa beliau. Itu cuma impian,maaf kalau berbau sesat.
Nah,yang kedua saya ingin sudah lahir dan besar ketika situasi politik masa kemerdekaan. Supaya saya bisa benar2 menghargai arti kalimat 'merdeka atau mati' pada tahun 40-an. Lalu saya bisa merasakan sebuah semangat yg kurang saya rasakan sekarang. Suatu getaran saat mendengar gelegar pidato Bung Karno yg katanya mampu menggugah massa. 1 lagi getaran saat menyanyikan lagu kemerdekaan. Merasakan langsung pasti lebih dahsyat dibanding dengan ritual menghormat bendera setiap hari senin. Merdeka!!
Ekonomi...ekonomi. Ini berikutnya kalau pikir ekonomi pasti langsung terpikir uang dan untung. Tapi saya bukan ingin berada pada tahun uang pertama digunakan. Saya sebenarnya juga lupa kapan persisnya uang ada belum cek buku pintar tentang sejarah uang (abad 6 SM kalau melirik di google). Saya ingin berada ditahun ketika rempah-rempah menjadi komoditas utama. Bukan karena rempah2nya melimpah di Indonesia, tapi kendaraan yang dipakai orang asing untuk mencapai tempat rempah2 berada. Kapal Layar. Kalau ada di zaman itu -sekitar abad 16-17 masehi, saya ingin menjadi pelaut Malaka mengambil bagian peran menghalau kedatangan kapal-kapal asing di Indonesia. Menjadi tokoh utama atau pendukung dilaut,seperti dalam film Pirates of The Carribean (masih dengan Captain Jack Sparrow idolaku). Tapi mitos para pelaut, membawa wanita di kapal itu tanda bencana. Tapi Ini kan cuma keinginan. Mungkin kalau jadi pelaut seperti ini.... :D
Lanjut dengan teknologi. Mungkin yg ini bukan impian atau keinginan karena kenyataannya saya berada dizaman teknologi yg semakin tinggi. Menjadi penonton,penikmat sekaligus pengagum gadget2 dizaman sekarang. Kalau soal teknologi saya senang telah ada di jaman sekarang. Mengetahui ada komputer tipis ala mac book air *ingin punya 1*, mengagumi kecanggihan IPad dalam menyimpan koleksi buku. Mungkin suatu hari nanti saya berada di zaman komputer yg menggunakan perangkat mikro chip dengan layar virtual berupa hologram, yg memberikan keleluasaan dan mobilitas penuh bagi para penggunanya. Tak perlu repot membawa perangkat,cukup ditempel atau ditanam ditubuh manusia. *termasuk black innovation gak yah…?
Sosial-budaya. Edisi perempuan cantik dan lelaki terbaik menurut saya ada diantara tahun 50an-70an. Saya ingin bisa berada dan menyaksikan dandanan retro para pria ala the beatles, juga kecantikan klasik wanita ala Audrey Hepbrun. Zaman sekarang memang ada yang kembali seperti mereka, tapi kadang sudah berbaur dengan gaya para alay. Ini dia gaya The Beatles dan Audrey Hepburn.
Sekian tulisan dari saya bila anda bingung, silakan hubungi kantor urusan sakit kepala setempat. Maaf kalau tulisannya gak terkonsep rapih maklum mendesak, cumin sesuai dengan kesepakatan awal dengan si partner in crime, Mega. Biar keyboard yang berbicara. TK
Bekasi, 161111 kebingungan sama temanya.
-Desi-
-Desi-





Tidak ada komentar:
Posting Komentar