![]() |
| penyebab hilal hilang (sumber: ketawa.com) |
Ramadhan telah tiba, meski startnya berbeda-beda.
Karena kemunculan sang dewi malam yang tertutup awan.......
Ramadhan mengingatkan saya kepada suatu masa di mana saya pergi ke mushollah setiap magrib untuk menaro sajadah.
Supaya ketika shalat taraweh tidak kebagian berdiri di dekat barisan ibu-ibu yang bawel jika saya dan teman-teman ingin membandel.
Ketika pak ustad yang membosankan khutbah membicarakan bahaya ghibah saya dan teman-teman yang cerewet malah main kwartet.
Salah satu kakak pengajian yang galak menegur kami, Ia meminta kami keluar dari mushollah sehingga kami merasa bersalah.
Semenjak saat itu saya dan teman-teman bertobat, berjanji pada diri sendiri tidak lagi melakukan perbuatan maksiat.
Meski kami tidak taruhan dengan uang namun kami sadar kericuhan yang kami buat membuat perhatian jamaah pada ustadz menjadi terbuang.
Ketika pak ustad yang membosankan khutbah membicarakan bahaya ghibah saya dan teman-teman yang cerewet malah main kwartet.
Salah satu kakak pengajian yang galak menegur kami, Ia meminta kami keluar dari mushollah sehingga kami merasa bersalah.
Semenjak saat itu saya dan teman-teman bertobat, berjanji pada diri sendiri tidak lagi melakukan perbuatan maksiat.
Meski kami tidak taruhan dengan uang namun kami sadar kericuhan yang kami buat membuat perhatian jamaah pada ustadz menjadi terbuang.
![]() |
| dulu juga kalo sholat masih suka celingak-celinguk |
Ramadhan membuat saya ingat pada beberapa makanan lezat
Meski salah satu kewajiban ramadhan adalah menahan lapar tapi dalam kenyataanya makanan jadi komuditas utama
Sebelum ramadhan harga-harga naik, terkadang sampai mencekik
Tapi ibu-ibu tetap pergi ke pasar tradisional atau swalayan membeli bahan makanan untuk berbuka, meyatukan keluarga di meja makan
Segala macam makanan tersedia. Mulai dari sayuran, kolak pisang, kue-kue basah, asinan, lauk pauk, bubur sumsum, es buah, dan nasi satu belanga
Sebelum ramadhan harga-harga naik, terkadang sampai mencekik
Tapi ibu-ibu tetap pergi ke pasar tradisional atau swalayan membeli bahan makanan untuk berbuka, meyatukan keluarga di meja makan
Segala macam makanan tersedia. Mulai dari sayuran, kolak pisang, kue-kue basah, asinan, lauk pauk, bubur sumsum, es buah, dan nasi satu belanga
Ramadhan adalah bulannya pengampunan
Diampuni kesalahanya jika telat masuk kerja karena masih ngantuk
Diampuni kesalahanya ketika berbicara menebar aroma sedap
Diampuni kesalahanya ketika bulan ramadhan pake baju tertutup, setelahnya terbuka lagi
Diampuni kesalahanya ketika tim kreatif acara pengantar sahur di televisi membuat adegan penuh penghinaan, toh masih dalam suasana yang islami
Diampuni kesalahanya ketika saya menuliskan pernak-pernik ramadhan tidak mengikuti titah ibu pemred bulan Juli ini: Bikin tulisan pernak-pernik ramadhan yang berima ya Gaaaa :-D
Depok, 20 Juni 2012
-Mega -





Tidak ada komentar:
Posting Komentar