Powered By Blogger

Selasa, 22 Mei 2012

NYALA NYALI


Jika Tuan dan Puan berkenan, ijinkan saya tuangkan beberapa kalimat tentang NYALI disini.
Nyali bagi saya adalah ruang-ruang di rumah keberanian manusia.
Ya, rumah keberanian manusia, tempat munculnya dorongan dalam melakukan sesuatu yang belum pernah maupun enggan dilakukan sebelumnya.
Tiap rumah pasti punya ruang-ruang kan.
Dan ruang-ruang itu mestinya gak boleh dibiarkan gelap.
Kata orang tempat gelap itu gak baek.
Pengap.
Buruk.
Busuk.
Dan banyak setan. *gak serius* :D
Studi kasus yuk...
Sebutlah sebuah nama, Bolangwati, pemilik sebuah rumah keberanian.
Dia biasa berkeliling bumi Jawa ataupun menyebrang ke pulau lain.
Naik turun gunung.
Keluar masuk hutan.
Memanjat dan terjun dari tebing.
Gak peduli muka kusut,
Kaki luka dan gores2,
Kulit wajah dan tubuhnya tidak lagi sekinclong dan semulus Putri Indonesia.
Kalau dipikir-pikir pasti nyala nyali-nya banyak.
Banyak bukan berarti semuanya menyala.
Masih ada ruangan gelap di rumah keberaniannya yang gak dinyalakan.
Ayo ajak Dora dan kawan2nya untuk bantu menyalakannya! ^_^
Hal ini terjadi ketika dia harus menyalakan sebuah ruangan di rumah keberaniannya untuk belajar mengendarai motor.
Mungkin bukan cuma dia yang seperti itu.
Saya pun begitu ketika harus menghadapi ketinggian dari atas sebuah tempat.
Emil Husein, basis Naif, pun begitu saat hendak mengucapkan ijab kabul di depan penghulu. Hingga tercipta lagu Nyali.
Rojali juga begitu saat harus menyatakan cinta pada Si Neneng.
David mungkin juga begitu saat menghadapi Goliath.
Nyalinya padam.
Tapi saya yakin gak bakal dibiarkan gelap satu ruangan itu.
Jadi, mari nyalakan nyali kita.
Atau bantu nyalakan nyali orang lain.
Dengan berbagi cinta, keyakinan, dan kekuatan diri.
Asal jangan untuk uji nyali yang gak bermakna, macam:
Uji nyali di tempat "horor",
Uji nyali di arena kekerasan,
dan lain-lain.


Sekian.



Bekasi 220512
Desi
Masih banyak nyali yang harus dinyalakan. *hubungi PLN terdekat


2 komentar: