Ringkasan kisah awal Little Mermaid karya Hans Christian Andersen:
Little Mermaid (putri duyung kecil) adalah putri bungsu dari Raja laut. Keinginannya sangat kuat untuk melihat seperti apa dunia diatas permukaan air. Sebelum mencapai umur 15 tahun, ia hanya bisa mendengarkan dari apa yang telah diceritakan nenek dan kakak-kakaknya yang sudah lebih dulu melihatnya. Saat tiba waktunya melihat daratan, ia melihat sebuah kapal mewah. Di dek kapal tampak para manusia berkumpul untuk merayakan ulang tahun seorang Pangeran muda nan tampan yang kemudian membuat Little Mermaid jatuh hati saat pertama kali melihatnya.
Diam-diam ia mengamati Pangeran itu dari permukaan air, namun ditengah suka cita para manusia diatas kapal tiba-tiba terjadi badai yang membuat kapal dimana Pangeran muda itu berada rusak dihantam olehnya. Sang Pangeran terjatuh dan tenggelam, namun Little Mermaid segera menyelematkanya dan membawanya ke pinggir pantai lalu meninggalkannya disana. Pangeran itu tersadar setelah pingsan saat terhempas badai. Sang Pangeran tidak pernah mengetahui bahwa ia telah menyelamatkan nyawanya. Hal ini membuat Little Mermaid sedih.
Little Mermaid mencintai Pangeran itu dengan sepenuh hati dan berharap dapat hidup bersamanya, namun ia sadar mereka berbeda. Kuatnya cinta pada sang Pangeran, membuat Little Mermaid ingin merubah ekornya menjadi kaki, agar bisa seperti manusia dan berharap dengan begitu pangeran akan mencintainya. Maka ia pun pergi ke penyihir laut, meminta supaya ia diberikan kaki. Penyihir laut menyetujuinya dengan syarat Little Mermaid mau memotong lidahnya karena diantara saudari-saudarinya ia yang memiliki suara paling indah. Little Mermaid merelakan kehilangan lidahnya dan tidak lagi bisa bersuara agar ia dapat bersama Pangeran yang dicintainya. Sebelum ia pergi, penyihir laut memberikan peringatan kepadanya, ia tidak akan pernah bisa kembali menjadi putri duyung. Kemudian kalau nanti ia gagal merebut hati pangeran dan gagal membuatnya mencintai dirinya sepepuh hati lebih dari cintanya kepada siapa pun, maka ia akan mati dan berakhir menjadi buih di lautan. Namun jika ia berhasil membuat pangeran jatuh hati, maka ia akan memiliki jiwa abadi.
Ketika sampai di Istana Pangeran, ia meminum ramuan sihir dan terjatuh pingsan. Saat sadar, ia melihat Sang Pangeran berada didekatnya. Pangeran menanyakan siapa dirinya dan darimana asalnya, namun tidak ada suara yang mampu keluar dari mulutnya. Litte Mermaid kemudian menjadi dayang dan tinggal di istana pangeran. Pangeran mengatakan kalau ia mirip dengan perempuan suci yang telah menyelematkannya dulu saat dia hampir tenggelam ditengah badai. Karena itu Pangeran menyukainya dan senang menghabiskan waktu bersamanya, namun sayangnya tidak bisa memutuskan untuk menikahinya.
Suatu hari pangeran datang padanya dan mengatakan bahwa orangtua pangeran memintanya untuk menemui putri dari kerajaan tetangga. Mereka bermaksud menjodohkan pangeran dengan putri tersebut. Little Mermaid menjadi sedih karenanya, ia teringat perkataan penyihir laut, kalau ia gagal mendapatkan pangeran dan pangeran memilih perempuan lain maka ia akan mati tepat di pagi hari setelah pangeran menikah. Little Mermaid penasaran ingin melihat seperti apa paras putri itu. Ketika melihatnya, ia pun mengakui bahwa sang Putri amat cantik bahkan melebihi dirinya. Ia semakin sedih ketika mengetahui sang Pangeran jatuh hati kepada Putri itu, dan mengatakan bahwa sang Putri adalah perempuan suci yang telah menyelamatkannya dulu. Sang Pangeran menyetujui keinginan orangtuanya untuk menikahi putri tersebut.
Ditengah kesedihannya karena gagal menjadi satu-satunya pemilik hati Pangeran, ia mendapat kunjungan dari saudari-saudarinya. Mereka mengatakan mengetahui apa yang terjadi pada dirinya. Kelima saudarinya tidak ingin ia mati dan menjadi buih dilautan. Mereka memberikan sebuah pisau dari penyihir laut yang ditukar dengan potongan rambut mereka. Dengan pisau itu ia harus membunuh Pangeran sebelum fajar tiba supaya ia bisa kembali ke lautan.
Ia kemudian berada ditengah kebimbangan, apakah harus membunuh Pangeran yang dicintainya atau mengorbankan nyawanya sendiri karena cintanya pada sang Pangeran. Sebelum fajar ia pergi ke tenda dimana pangeran tidur bersama pengantinnya. Little Mermaid berdiri sambil memegang pisau ditangannya, ia memandangi sang Pangeran. Dalam tidurnya, sang Pangeran menyebut nama putri yang dinikahinya, hal itu membuat Pisau ditangannya bergetar. Fajar hampir tiba dan ia harus segera memutuskan. Akhirnya ia melemparkan pisau itu ke laut. Air laut berubah menjadi merah ketika pisau itu jatuh ke dalamnya. Dalam keadaan hampir kehilangan kesadaran, ia menatap sang Pangeran untuk terakhir kalinya. Kemudian ia menjatuhkan dirinya dari atas kapal ke laut.
Pada saat itu Little Mermaid menyangka dirinya telah menjadi buih di lautan. Namun kemudian ia dapat melihat matahari terbit dan merasakan hangat sinarnya. Disekelilingnya melayang makhluk indah transparan. Ia menjadi bingung dan bertanya kepada mereka. Mereka mengatakan bahwa dirinya kini berada diantara The Daughters of The Air. Mereka memang tidak memiliki jiwa abadi, tetapi dengan perbuatan baik mereka bisa menjadi abadi. Merekalah yang terbang ke negara-negara hangat dan mendinginkan udara pengap yang menghancurkan manusia. Mereka yang membawa harum bunga, memberikan kesegaran dan perubahan. Mereka menjadi bagian dari kebahagiaan manusia. Mereka mengatakan bahwa Little Mermaid telah melakukan suatu pengorbanan dan kebaikan. Ia akan mendapat jiwa abadi dengan berusaha selama tiga ratus tahun melakukan cara yang sama seperti mereka.
Little Mermaid menangis terharu mengetahui semua hal yang dikatakan makhluk-makhluk itu. Sementara di kapal Sang Pangeran dan Putri mencari-cari dirinya. Tanpa terlihat oleh keduanya ia mencium kening sang Putri dan menghembuskan udara sejuk kepada Pangeran. Kemudian ia menyusul The Daughters of The Air menuju awan jingga.
Salahsatu diantaranya mengatakan bahwa setelah tiga ratus tahun ia dan makhluk-makhluk itu akan menuju surga, bahkan dapat lebih cepat. Namun sebelum itu mereka akan menyebar kebaikan. Memasuki rumah-rumah tanpa terlihat, mencari anak-anak yang baik, memberikan kebahagian pada mereka dan keluarganya. Tetapi mereka akan menangis ketika mendapati ada seorang anak yang nakal maupun jahat. Dan bila itu terjadi akan menambah lama waktu mereka berada di dunia.***
Inggris Raya, 1912.
Setelah mendengar kabar tentang putri bungsunya, Raja laut segera memerintahkan para pengawalnya untuk menyeret penyihir laut ke hadapannya. Namun saat para pengawal akan menggiring penyihir laut dari rumahnya, ia telah lebih dulu menghilang. Penyihir laut meninggalkan sebuah pesan bahwa ia bukanlah yg sepenuhnya menanggung kesalahan sebab ia sudah memperingati Little Mermaid. Penyihir laut melarikan diri menuju daratan.
Setelah berada didarat, penyihir laut bergegas menuju istana pangeran. Ia sadar tidak akan bias bertahan lama di darat. Nafasnya semakin berat, ia melangkah dengan bertumpu pada tentakelnya. Sampai didepan istana ia diusir penjaga istana karena melihat penampilan anehnya. Si penyihir memohon namun penjaga istana tidak bergeming bahkan mendorongnya. Saat itu sebuah kereta kuda menuju ke arahnya. Kusir kuda terkejut melihat ada orang didepannya. Dia menarik pelana kuda secepatnya tapi terlambat karena salah satu kuda menghempas tubuh penyihir laut ke pinggir jalan.
Dalam keadaan sekarat, penyihir laut bisa melihat seorang putri turun dari kereta kuda. Ia adalah istri pangeran. Kemudian bersama kusir berjalan kearahnya. Tangannya melambai lemah pada putri. Putri itu menghampiri walaupun kusirnya memperingati untuk menjaga jarak. Penyihir laut meninggal setelah menjelaskan dan menyerahkan sebuah kotak pada putri.
Sang Putri sedih setelah mendengar penjelasan penyihir laut. Ia memutuskan pergi meninggalkan Istana. Sepucuk surat ia tinggalkan untuk Pangeran didalam kamarnya. Dalam surat itu Putri menuliskan semua yang dikatakan penyihir laut.
Pangeran diliputi duka dan rasa bersalah. Kehilangan dua orang yang disayanginya dalam waktu yang hampir bersamaan. Ia menemui kedua orangtuanya, menceritakan semua yang tadi dituliskan istrinya. Kemudian ia meminta ijin orangtuanya untuk mencari istrinya dan juga pergi menuju lautan untuk meminta pengampunan Raja laut.***
Marry segera menutup bukunya menyadari orang asing memperhatikan kegiatan membacanya. Padahal ia memilih duduk di anjungan kapal supaya jauh dari keramaian. Ia tidak ingin orang lain menanyakan catatan yang diberikan neneknya. Sebuah buku catatan yang memberikannya alasan menaiki pelayaran pertama Kapal Titanic pada musim semi kali ini.
Marry menegakan kepalanya melihat orang itu dan memasang wajah terusik. Ternyata orang yang membuatnya terkejut adalah seorang lelaki yang cukup tampan. Rambutnya agak panjang, dengan janggut tipis tumbuh diwajahnya. Sejenak Marry terpesona pada lelaki itu, wajahnya mengingatkan Marry pada sosok Pangeran dari Kaspia dalam cerita kesukaannya.
“Maaf membuatmu terkejut!” ujar lelaki itu sopan.
Marry hanya diam. Lelaki itu menyadari Marry tidak senang akan kehadirannya. Ia kemudian pergi. Marry jadi tersipu ketika lelaki itu sempat berbalik dan tersenyum padanya.
Marry kembali ke kamarnya, menyimpan buku catatan neneknya dalam kopernya. Ia tidak boleh terusik dengan orang lain, kecuali seorang pelukis yang membuatnya kelepasan bicara. Kehadirannya di Titanic adalah untuk menuju Amerika, mencari seseorang bernama Tuan Disney disana. Orang yang membeli cerita asli Putri Duyung dari Andersen, kusir kepercayaan buyutnya. Marry berharap dari lelaki itu ia bisa mengetahui asal-usul keluarganya. Selama 20 tahun, ia hidup menyandang nama keluarga angkat neneknya tanpa mengetahui nama keluarga kandungnya. Kedua orangtuanya telah meninggal ketika melakukan perjalanan ke Amerika dengan tujuan yang sama dengan dirinya. Kali ini gilirannya melanjutkan pencarian mereka dengan berbekal sebuah buku dan kotak kecil yang diberikan neneknya sebelum meninggal musim dingin lalu.
“kali ini harus berhasil” ucapnya sambil mengepalkan tangan diudara.
Jacques berjalan mondar-mandir di kelas 3. Matanya memperhatikan seluruh sisi kelas khusus penumpang dengan ekonomi menengah ke bawah itu. Anjungan kapal tidak menampakan hasil apa-apa terhadap pencariannya. Jacques menuju geladak kapal ketika dilihatnya Laurent melambai padanya dari sana.
***
Jacques berjalan mondar-mandir di kelas 3. Matanya memperhatikan seluruh sisi kelas khusus penumpang dengan ekonomi menengah ke bawah itu. Anjungan kapal tidak menampakan hasil apa-apa terhadap pencariannya. Jacques menuju geladak kapal ketika dilihatnya Laurent melambai padanya dari sana.
“Bagaimana?” Tanya Laurent begitu ia datang menghampiri.
“kita duduk dulu disana! Mungkin kita akan dapatkan sesuatu” Jacques mengajak Laurent pindah ke deretan bangku.
“tadi aku sudah ke anjungan, tapi tidak ada yang istimewa disana. Hanya seorang gadis yang agak penyendiri yang kukira itu dia.”
Jacques berkata agak kecewa. Mencari beberapa hari selepas pelayaran Titanic dari Southampton tapi hal yang dikatakan seorang peramal bajak laut yang ditemuinya di Isla Crueces belum terbukti. Jacques mulai mengingat pengalamannya sampai ke kapal ini.
Terakhir kali bertemu dengan saudari kelima Little Mermaid 70 tahun lalu. Ia mengatakan kalau dirinya ingin dimaafkan Raja laut, ia sendiri yang harus datang dan menjelaskan pada Ayah mereka dengan membawa lidah saudarinya yang disembunyikan penyihir laut. Tanpa diketahuinya lidah itu telah diberikan penyihir laut pada istrinya.
Sebenarnya Jacques pernah mencoba memohon ampun pada Raja Laut, namun karena ia seorang manusia tidak bisa mencapai kerajaan laut yang letaknya jauh di kedalaman laut. Sebelum sampai ia kehabisan nafas dan mengira akan meninggal di laut itu. Saat Ia mengira sudah berada di surga, namun ternyata disekelilingnya adalah hantu laut yang telah membawa jasadnya dan menjadikannya budak di Kapal hantu Flying Dutchman yang dipimpin Davy Jones.
Selama puluhan tahun Jacques tidak bisa melepaskan diri dari kapal itu, sampai saat tiba sepuluh tahun ketujuh beberapa tahun lalu tiba, Jacques menggunakan kesempatan itu untuk melarikan diri dan bersembunyi di daratan selama 6 tahun.
Laurent mengangguk, lalu memberikan isyarat akan menghampiri pria itu.
“Pergilah, aku tunggu kau di lobi utama” ujar Jacques lalu berpisah dari Laurent.
Jacques terkejut melihat gambar yang ditunjukkan Laurent padanya.
“Dia penumpang kelas 1, tadi siang aku melihatnya di anjungan. Sebentar lagi makan malam, kita cari dia di ruang makan. Ooh…sial aku melewatkannya”
Jacques mengutuk dirinya yang melepaskan Marry begitu saja. Dia berpikir seseorang yang dikatakan peramal laut itu berada di kelas 3 kapal, karena menurutnya banyak nelayan disana.
“Jacques, tunggu sebentar. Kenapa keluar, perempuan itu disana?” Laurent menyusul Jacques yang tiba-tiba memutuskan keluar sebelum makan malam selesai.
“aku ingin menunggunya disini”
Jacques menghentikan langkahnya tepat dibawah tangga lobi utama. Matanya terus menatap keatas tangga.
“Kenapa kita tidak menghampirinya dan bergabung di meja mereka saja?
“tidak, terlalu ramai dan aku tidak suka berbasa-basi dengan yang lainnya.”
Laurent merengut karena perutnya masih lapar. Sebenarnya dia ingin kembali ke ruang makan, namun ia tidak ingin membiarkan Jacques sendiri. Ia sudah bersama Jacques semenjak pria itu membawanya serta saat kabur dari Flying Dutchman dan berjanji membantunya mencari lidah Little Mermaid.
Marry keluar dari ruang makan setelah didesak Lady Olivia untuk menyusul pria yang tadi memperhatikannya. Setelah gagal mencari di depan ruang makan, Marry berpikir lelaki itu mungkin berada di lobi utama, dan ternyata dugaanya benar.
Saat menuruni anak tangga satu per satu, ia melihat lelaki itu ada dibawah tangga bersama temannya. Mereka sepertinya telah menunggu Marry.
Saat menuruni anak tangga satu per satu, ia melihat lelaki itu ada dibawah tangga bersama temannya. Mereka sepertinya telah menunggu Marry.
“apa yang ku lakukan sekarang? Kenapa aku mengikutinya?” Marry bergumam, agak menyesali karena menuruti perkataan Lady Olivia untuk menyusul Pria itu. Namun dalam hatinya lelaki seperti itu terlalu menarik untuk dihindari.
Jacques menghampiri Marry, dengan sopan ia membungkuk dan memberikan kecupan lembut dijari Marry.
“Aku Jacques du Romana… rupanya kau juga tidak ingin ikut menikmati hidangan penutup, nona?”
“Marry Claire… dan aku sudah cukup kenyang untuk menikmati hidangan penutup” ujar Marry berbohong, padahal rasa penasarannya pada daya tarik Jacques yang membuatnya keluar dari ruang makan.
Laurent meninggalkan mereka berdua ketika Jacques memberinya isyarat untuk menjauh. Jacques mengajak Marry pergi ke geladak.
Jacques mengajak Marry berjalan-jalan disekitar kapal. Mereka berhenti dan berdiri menikmati pemandangan laut ketika sampai di dek.
“Aku suka bepergian melihat lautan dan ingin menikmati setiap pelayaran di berbagai jenis kapal.” Ujar Jacques berbohong, ia membelakangi Marry berpura-pura menatap ke Laut. “Ketika berada dilautan kita hanya menatap hal laut dan langit. Saat menatap horizon diantara keduanya aku bisa berpikir tentang sesuatu. Atau menemukan sesuatu.” lanjutnya mulai mengarahkan permbicaraan mereka.
“Aku suka bepergian melihat lautan dan ingin menikmati setiap pelayaran di berbagai jenis kapal.” Ujar Jacques berbohong, ia membelakangi Marry berpura-pura menatap ke Laut. “Ketika berada dilautan kita hanya menatap hal laut dan langit. Saat menatap horizon diantara keduanya aku bisa berpikir tentang sesuatu. Atau menemukan sesuatu.” lanjutnya mulai mengarahkan permbicaraan mereka.
“seperti…?”
“orang-orang asing, ikan, harta karun jika beruntung. Cerita-cerita misteri dari nelayan tentang mutiara hitam, monster laut sampai PUTRI DUYUNG” Jacques menekankan intonasi pada kata-kata terakhir,ia berusaha memancing Marry.
“kau percaya tentang putrid duyung?” Marry mulai terpancing pada perkataan Jacques.
“Mungkin saja. Ada seorang nelayan yang pernah menceritakannya padaku. Tapi aku belum pernah menemukan sesuatu tentang mereka” Jacques merasa senang karena usahanya berhasil. Marry mengeluarkan sesuatu dari tas kecil ditangannya.
“walau aku tidak seberuntung kau yang sering bepergian, tapi aku beruntung memiliki ini!” Marry menunjukkan kotak kecil kehadapan Jacques.
“Katanya ini lidah putri duyung, yang diberikan pada penyihir laut untuk mendapatkan sepasang kaki supaya ia bisa dekat dengan pangeran yang dicintainya”
Kini dihadapan Jacques ada lidah yang dikorbankan Little Mermaid. Seperti yang dikatakan saudarinya, suaranya yang paling indah di lautan. Tapi ia relakan demi memiliki sepasang kaki. Kaki yang bisa membuatnya berada bersama Pangeran bodoh yang tidak sadar amat dicintai dayangnya dan malah menikahi orang lain.
Jacques tiba-tiba merasakan sakit dihatinya. Ia bersiap-siap menyambar kotak ditangan Marry. Namun Marry dengan sigap mendekap kotak itu.
“apa yang ingin kau lakukan?” ujar Marry penuh curiga pada sikap Jacques yang tiba-tiba mendekat dan seolah-olah akan mencekiknya.
“Maccus, Clanker … darimana kalian tahu aku disini?” Jacques menjauh dari Marry, ia nampak ketakutan melihat makhluk-makhluk tersebut.
Marry mundur ketakutan, membuat kotak ditangannya terjatuh di lantai geladak kapal. Clanker yang melihatnya memungut kotak itu.
“Seperti si bodoh Sparrow, kemana pun kau pergi kami akan menemukanmu, Jacques” seorang makhluk lain dengan wajah ditutupi tentakel muncul. Makhluk itu menghampiri Jacques lalu meremas wajahnya. “kau terlalu tampan memakai wajah lamamu pangeran”
“hello Jack… wajah baru, heh! dimana pakaian, topi dan rambut gimbalmu?” Maccus mendekati mereka.
“Apa aku mengenalmu? Coba buka dulu kostummu, kau membuatku takut” ujar pria itu.
“Jack”
“Jack?”
“Jacques?”
“Tidak bukan Jacques, aku Jack. Dia juga Jack tapi nama belakangnya Dawson.” Bajak laut yang bernama Jack menunjuk pada dirinya dan pria yang juga bernama Jack. “aku lebih tampan darinya, walaupun dia lebih muda dariku” lanjutnya.
“Kalau begitu bawa saja dia. Dia juga Jack. Kau suka padanya kan?” Bajak laut Jacques memasang wajah ngeri saat tentakel mendekati wajahnya.
“Hei, Jack! Siapa bilang kau lebih tampan?”
Pria yang juga bernama Jack tertawa mendengar perkataan Bajak laut Jack, rasa takutnya kini hilang.
“kartu? ide bagus! Kalau kau kalah, kau gantikan aku menjadi budak Davy Jones, ok?” Jack si bajak laut antusias menanggapi tantangan pria bernama Jack.
"kau, sama seperti mereka?" Marry menatap ngeri pada Jacques atau Koleniko.
Jacques hanya menatap dingin sesaat, lalu pergi mengikuti makhluk jelek yang lain kembali ke kapal kuno mereka.
"Jack kau harus ikut kami" Davy Jones mendekati pria bernama Jack.
Jack menolak untuk ikut ke kapal Davy Jones karena yang berhutang padanya adalah Bajak laut Jack.
Davy Jones menjadi murka ia mencekik leher pria bernama Jack.
"Jack kau harus ikut kami" Davy Jones mendekati pria bernama Jack.
Jack menolak untuk ikut ke kapal Davy Jones karena yang berhutang padanya adalah Bajak laut Jack.
Davy Jones menjadi murka ia mencekik leher pria bernama Jack.
Seluruh awak kapal Titanic panik melihat tentakel Kraken yang tersulur ke udara. Sekoci-sekoci diturunkan, semua orang berusaha menyelamatkan diri.
Hanya beberapa detik salahsatu tentakel menghantam Titanic. Portside mengalami kerusakan.
Jumlah sekoci yg sedikit membuat beberapa penumpang putus asa dan melompat ke laut.
Marry berusaha berpegangan di ujung buritan bersama Jack dan pasangannya. Sekali lagi tentakel kraken menghantam.Meskipun tidak mengenai Titanic, namun gelombang yang dihasilkan membuat Marry terhempas dan jatuh ke lautan Atlantik yang dingin.
***
Dari jauh Koleniko menyaksikan Kraken menghancurkan Titanic. Clanker datang mendekatinya dan memainkan kotak milik Marry yang ia pungut. Koleniko kaget melihat kotak itu berada ditangan Clanker. Ia berusaha merampas kotak itu dari tangan Clanker. Namun makhluk itu melemparnya ke udara lalu kotak itu jatuh terbuka dilantai kapal.
Koleniko bergegas mengambilnya, ia melihat sebuah kerang didalamnya. Suara memekakan telinga keluar saat Jacques membuka kerang itu.
Seluruh awak Flying Dutchman menutup telinganya, namun tidak dengan Koleniko. Suara yg terdengar olehnya bukanlah suara yg memekakan telinga, melainkan nyanyian lembut Little Mermaid tentang isi hatinya.
Seketika itu suasana laut berubah. Udara hangat meliputi lautan yang dingin. Tanpa mampu dilihat siapapun Little Mermaid hadir disana dan mengecup kening Koleniko.
Koleniko mengusap dadanya, merasakan kehangatan yang muncul tiba-tiba. Menghasilkan kesedihan sekaligus kebahagiaan dalam aliran air matanya.
Koleniko perlahan-lahan kembali menjadi Jacques. Kali ini ia benar-benar berubah tanpa perlu meminum ramuan dari peramal setiap 1 jam sekali.
"Kraken!" ucap Jacques begitu kembali menjadi manusia.
Ia cepat melompat ke dalam lautan untuk menghentikan Kraken.
Jacques kesulitan melepaskan diri dari tentakel Kraken yang melilit tubuhnya. Kemudian ia teringat pada kerang berisi lidah Little Mermaid. Dikeluarkannya kerang itu lalu dibukanya. Sesaat suara Little Mermaid tidak berhasil membantunya melepaskan tentakel Kraken. Namun bantuan lain muncul karena suara itu. Ratusan koloni ikan datang, menyusul hampir seluruh penghuni laut kemudian muncul disekitar Jacques, termasuk Raja laut dan saudari Little Mermaid.
Raja laut mengarahkan tongkatnya pada Jacques.
"Ekor ini tidak akan lama, kau harus cepat melumpuhkan Kraken." Isyarat Raja laut saat melepaskan Tentakel kraken dan mengubah sepasang kaki Jacques menjadi ekor ikan.
"aku minta maaf. Semoga ini juga bisa mengobati hatimu" Jacques menyerahkan lidah Little Mermaid kepada Raja laut.
Sebuah tepukan mendarat dibahunya. Ternyata Laurent menyusulnya. Laurent menunjuk ke arah mata Kraken, mengisyaratkan bahwa menusuk matanya bisa melumpuhkan makhluk buas itu.
Berkat ekor sementara, Jacques biss berenang dengsn lincah menghindari tentakel Kraken. Ia berusaha menusukan tombak ke mata Kraken.
Tentakel-tentakel itu menghalanginya untuk menusukan tombak ke mata kraken, akhirnya ia membiarkan satu tentakel melilitnya dan secepatnya ia menusuk mata kraken.
Kraken berhasil dilumpuhkan. Tak lama kemudian ekor Jacques menghilang.
Marry tersadar, ia kini berada diatas sekoci Titanic yg sempat terjatuh dan terbalik. Sebelum pingsan didalam laut ia ingat ada seekor Mermaid yang datang mendekat dan mengangkat tubuhnya.
"Marry, kau baik-baik saja?" Jacques seketika muncul di permukaan laut.
Marry menjaga jarak dari Jacques ketika ia mulai naik ke atas sekoci. Ia tidak menjawab pertanyaan Jacques, hanya duduk meringkuk di sisi kanan sekoci.
"kau tak perlu khawatir, aku sekarang sudah menjadi manusia. Maaf jika perubahanku sebagai Koleniko menakutimu. Dulu aku hampir mati di lautan akan tetapi Davy Jones datang memberiku pilihan hidup menjadi budaknya atau mati. Seharusnya ku pilih mati saja saat itu." Jelas Jacques. ia berharap Marry tidak takut lagi padanya, namun gadis itu masih diam dan memalingkan badan.
"Kraken sudah dilumpuhkan, sekarang kita tunggu bantuan datang."
Jacques memberikan Jasnya pada Marry yang nampak menggigil kedinginan. Awalnya Marry mnolak, namun kemudian menerimanya.
"benarkah yang kau katakan?" akhirnya Marry buka suara.
"ya" Jacques tersenyum mengangguk.
Sementara di dasar lautan Ratu Kraken murka saat mendapati pasukannya menjadi buta. Ia berenang cepat ke permukaan laut dan merubah bentuknya.
"Ngg…Marry, sebenarnya apa hubungannya lidah Mermaid itu dengan keluargamu?" Jacques penasaran ingin mengetahui latar belakang Marry.
"Dalam buku catatan milik nenekku, tertulis bahwa Ibunya adalah putri yang dinikahi pangeran. Lidah Mermaid itu sempat dibawa oleh Andersen, kusir kami. Buyutku mendapatkannya kembali ketika ia meninggal. Tapi Andersen terlanjur menjual kisahnya pada seseorang bernama Disney yang kini berada di Amerika. Aku ingin mencarinya untuk mengetahui nama keluarga buyutku. Puluhan tahun kami hanya memakai nama keluarga dari Ayah angkat nenekku."
Jacques hanya mendengarkan penjelasan Marry sampai saat ia menyebutkan tentang nenek buyutnya. Selebihnya ia hanya tenggelam kembali dalam ingatannya.
"nama keluargamu..." belum sempat Jacques menyelesaikan ucapannya, kemunculan Ratu Kraken sontak mengagetkan mereka.
Jacques mendayung dengan cepat, mengarahkan sekoci ke Titanic yang separuh bagiannya mulai tenggelam. Jacques dan Marry memanjat keatas tali-tali pengerek sekoci yang menjuntai beberapa senti diatas kepalanya.
"tetap dengan mereka!" Jacques meninggalkan Marry bersama penumpang lain yang tidak bisa naik sekoci. Kemudian setelah mengambil pedang disalahsatu dinding kapal, ia pergi ke atas anjungan.
"kali ini aku akan memakai kekuatanku sendiri!" teriak Jacques didepan Ratu Kraken yang murka.
Makhluk itu terlalu besar untuk dilawan sendiri, beberapa kali Jacques susah-payah dan terjatuh menghadapi hantaman tentakelnya. Titanic terbelah dua, geladak lebih dulu tenggelam. Ratu Kraken menghantam tiang-tiang kapal, melemparkan besi-besi dengan tentakelnya ke arah Jacques yang berdiri terhuyung-huyung. Jacques terkena lemparan beberapa besi di tubuhnya.
Jacques menarik besi-besi itu, ditatapnya Marry yang berdiri cukup jauh di buritan. Jacques roboh, namun ia tersenyum bahagia.
"akhirnya aku benar-benar menjadi manusia kembali. Selamat datang kembali rasa sakit…" ucapnya sambil tertawa getir.
Langit malam itu berubah, kabut seketika muncul bersama dengan kilat. Little Mermaid melayang diatas tubuh pangerannya yang terluka.
2 orang pria muncul memakai setelan hitam-hitam dan membawa senjata besar. Jacques berpikir mereka berdua adalah malaikat maut yang akan menjemputnya.
"makhluk-makhluk jelek ini lagi" ujar salahsatu diantara mereka.
"mari selesaikan ini agen Jay!"
"baiklah agen Kay"
Kedua orang itu mengarahkan senjata besar mereka ke arah Ratu Kraken. Namun belum sempat mereka menembak, Tentakel melilit salahsatu dari mereka.
"Kay, habisi dia!" Agen bernama Jay berteriak pada temannya ketika Tentakel Ratu Kraken mengangkat tubuhya.
"enyahlah...!!!" ucap agen Kay menembakan senjatanya.
Ratu Kraken tumbang. Davy Jones yang berada dikapalnya terkesima melihat dua monster lautnya tumbang. Agen Jay dan Kay mengarahkan senjata pada awak Flying Dutchman.
"kalian ingin seperti kraken atau pergi dari sini makhluk-makhluk jelek?"
"kami akan pergi, tapi aku harus membawa seseorang. Dia sudah kalah taruhan" ucap Maccus.
"sudah pergilah! Biar lautan yang menentukan takdirnya" Agen Jay tidak memberi kesempatan berkompromi pada awak kapal itu.
Kapal kuno itu dan awaknya pergi meninggalkan Titanic. Sementara kapal tersebut makin tenggelam. Seluruh penumpang yang berada di sekoci menyaksikan bagaimana Kapal Mewah itu sedikit demi sedikit menghilang dari permukaan laut.
"nona, tolong pakai kacamata ini dan pakaikan juga padanya!" Agen Kay meminta Marry memakai kacamata hitam dan juga memakaikan pada Jacques yang sedang sekarat.
"aku pikir kalian malaikat maut" Jacques meracau.
"untuk apa ini?" tanya Marry.
"Pakailah! Kau tidak mau kan dicap sebagai penyebab kericuhan di kapal ini"
Agen Kay mengeluarkan benda seperti pena dari saku jas hitamnya.
"Kalian tahu ini. Ini Neurealizer. Benda ini akan membuat kalian semua melupakan kejadian ini dan makhluk2 jelek tadi. Kalian hanya akan tahu bahwa kapal ini tenggelam karena menabrak gunung es." Agen Jay berteriak keras.
Kilatan cahaya muncul sesaat setelah Agen Kay menekan tombol pada benda yang dipegangnya. Kemudia kedua orang itu menghilang.
Jacques meringis kesakitan,sementara Marry menahan tubuhnya.
"Tinggalkan aku, lompatlah ke air! sekoci itu masih dibawah sana..."
"Tapi?"
"Marry Claire du Romana, itulah nama keluargamu. pergilah!" ujar Jacques terbata-bata.
"Tapi?"
"Marry Claire du Romana, itulah nama keluargamu. pergilah!" ujar Jacques terbata-bata.
"bagaimana kau...?" Marry kebingungan.
"Akulah pangeran itu." Jacques memotong ucapannya lalu ia bangkit dan mendorong tubuh Marry ke dalam air.
***
Marry menatap langit pedesaan, lalu bermain-main disekitar ilalang. Sudah lewat 6 bulan dari kejadian mengerikan yang ia alami di kapal Titanic. Akhirnya ia mendapatkan alamat Tuan Disney. Marry langsung mengiriminya surat dan memintanya mengembalikkan kisah buyutnya yang diberikan Andersen.
Seminggu lalu ia mendapatkan balasan dari Tuan Disney, dia mengatakan bahwa akan mengirim asistennya untuk mengantarkan kisah asli tersebut karena sudah terlalu tua untuk bepergian. Tuan Disney juga meminta Marry memberikan pendapatnya tentang kisah Little Mermaid yang telah ia rubah.
Marry mendengar langkah kaki dibelakangnya. Ia yakin itu asisten Tuan Disney yang datang untuk menemuinya.
"Selamat pagi, nona Marry Claire du Romana. Saya Jack Willshare, asisten Tuan Disney"
Marry berbalik dan terkejut melihat orang itu.
Bekasi Ujung Maret 2012
Pendamba Prince Charming.
Desi
P.S :
Thanks to beautiful movies picture I've taken from:
Dorian Gray, The Chronicles of Narnia : Prince Caspian, Titanic, Pirates of The Caribbean, Man In Black, Clash of The Titans (Kraken), and Alice In Wonderland.
Ben Barnes... No Comment just beautiful.























































Tidak ada komentar:
Posting Komentar