Judul diatas mungkin bikin kawan yg membacanya mengernyitkan dahi atau malah bingung. TAPI Sebetulnya itu cuma permainan kata-kata dari saya, supaya terdengar ber-rima. Sadewa >< Dewasa bolak balik.
Sampai detik ini juga saya masih bingung mau tulis apa tentang tema kali ini : Kedewasaan. tapi biarlah keyboard ini dan layar pd komputer yg mengarahkan saya dan kalimat yang akan keluar dr pikiran saya.
Begini saja, saya akan menggunakan kata SADEWA sebagai makna anak kecil. Kenapa? kalau kawan perhatikan diantara 5 pandawa, anak yg paling bungsu adalah SADEWA, tapi memiliki kebijakan sikap yg luar biasa. Jadi Sadewa ini seterusnya akan saya anggap mewakili makna yang paling kecil atau anak kecil atau yang belum dewasa. Lawannya DEWASA.
APAKAH ITU MENJADI SADEWA? APAKAH ITU MENJADI DEWASA?
Sadewa atau anak kecil *menurut saya* adalah manusia yang bilangan umurnya sedikit, masih 1 digit. Kalau dari postur tubuh belum mengalami pertumbuhan sempurna. Suara masih imut dan tinggi badan juga imut. Pikirannya Polos, lebih suka meniru, dan imajinasinya tinggi. Berpakaian matching dari atas sampai bawah (misal pink, dari bando,baju sampai sepatu) atau memakai pakaian dengan gambar tokoh kartun idola. Tontonannya hanya boleh yang bertuliskan SU atau semua umur. Pola hidup dan Jam tidurnya dibatasi. Hari-harinya banyak diisi dengan bermain. Gak boleh masuk Kamar Rumah Sakit, Gak boleh masuk diskotik, gak boleh nonton film blue (film yg polos biru :D ).
Dewasa, banyak yg bilang kebalikannya. Menjadi dewasa, berarti pertumbuhannya sudah sempurna, Gak Imut lagi! *kayak iklan. Umurnya sudah 2 digit tapi bukan belasan, diatasnya belasan. Berpakaian semaunya maupun se-stylish-nya, tontonannya yang bertuliskan D (dewasa). Pola hidup dan jam tidurnya tidak dibatasi, hari-harinya banyak diisi dengan rutinitas kerja, bergaul dll. Boleh masuk ke kamar Rumah Sakit, boleh masuk ke diskotik, boleh nonton film blue. Boleh ini...boleh itu......
AAhh... itu kan tadi pendapat umum. apa sih umum? ya itulah yg biasa berlaku di masyarakat. Padahal bisa saja ciri-ciri Sadewa dan Dewasa itu tertukar. Masih ada yang berlaku diluar ke-umuman SADEWA dan DEWASA, biasanya disebut Abnormal, kelainan, beda, aneh, nyeleneh...apalah yg gak umum. Muncul label-label penyakit bagi yang bertingkah diluar ke-umuman Sadewa dan Dewasa. Contoh Peterpan Syndrome. Dulu label ini melekat pada King of Pop Michael Jackson karena dia menyukai anak2 dan mendirikan Neverland Ranch. Lalu ada label Dewasa sebelum waktunya. Label ini saya lekatkan pd penyanyi cilik jaman saya kecil, Maisy (Ci..luk..Ba mmmuaaah), yang ini pendapat subjektif saya.
Kalau saya boleh berpendapat bagi saya kedewasaan itu memang bisa diukur dari umur dan tanggung jawab, tapi gak bisa diukur dari tingkah laku dan cara berpikir. Ada saatnya Si Sadewa berpikir lebih bijak dari si Dewasa. Ada saatnya si Dewasa menjadi 'life guide' si Sadewa. Ada kalanya si Dewasa bertingkah laku seperti si Sadewa. Ada pula kalanya si Sadewa meniru tingkah laku si Dewasa. Kalau tidak hati2 si Sadewa bisa meniru tingkah laku buruk si Dewasa.
Saya lebih suka istilah akil balig saja, daripada dewasa. Tapi mungkin kalau di ilmu psikologi kata dewasa itu berlaku. Kalau Akil Balig dalam agama saya itu sudah jelas ciri-ciri, tanggung jawab, dan perilaku yang harus dilakukan. Kesimpulannya sikap, pikiran dan tingkah laku seseorang gak bisa dipatok dari umur saja. pun dikur dari pendapat umum atau pendapat terbanyak. Berbeda itu sah, Jadi SADEWA maupun DEWASA itu terserah, asal bertanggung jawab untuk dunia dan akhirat. *apa siih*
Selesai.
P.S : Apabila kelihatan ngaco dan kurang sistematik tulisannya harap maklum.
261211
Write By An Amateur from Bekasi
Desi
Desi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar